Tampilkan postingan dengan label Semarang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Semarang. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Februari 2020

Sejarawan Ingin Ada Prasasti Kenang Sejarah di Pelabuhan Semarang

Remember News - Pelabuhan Semarang, sebagai salah satu tempat vital jalur perdagangan di Semarang, ternyata menyimpan  nilai sejarah yang masih belum banyak diketahui masyarakat. 

Masyarakat lebih banyak mengetahui adanya sejarah di Semarang yang dihubungkan dengan keberadaan beberapa tempat saja, seperti Kota Lama, Pecinan, Lawang Sewu, dan Kelenteng Sam Poo Kong.  

Sejarawan sekaligus penulis buku Geger Pecinan, Daradjadi Gondodiprodjo mengatakan, dari sejarah, beberapa tokoh pejuang yang diasingkan oleh kolonial melewati pelabuhan Semarang

Yang jelas, Pangeran Diponegoro, Pangeran Arya mangkunegara, Raden Mas Garendi atau Sunan Kuning, Patih Notokusumo, mereka ditangkap, diasingkan, dan dibuang melewati Pelabuhan Semarang. Tapi banyak orang tidak tahu, ujarnya dalam diskusi Ruang Monod #2, Minggu (16/2/2020). 

Diskusi dengan tema 'Pelabuhan Semarang, Saksi Sejarah Perjuangan Bangsa' yang berlangsung di Gedung Monod Diephuis & Co, Kota Lama Semarang, itu dihadiri sejumlah peserta, mulai mahasiswa, komunitas, dan sejarawan. 

Daradjadi menambahkan, Pelabuhan Semarang merupakan artefak sejarah yang memiliki fungsi penting dalam perkembangan kota Semarang dan bangsa ini.  

Saya kadang prihatin, dengan pesatnya pembangunan yang seakan melupakan sejarah yang melekat pada kota ini, ungkapnya. 

Dirinya pun mendorong agar di Pelabuhan Semarang dibangunkan sebuah prasasti untuk memberikan informasi kepada banyak masyarakat terkait sejarah panjang dari sebuah Pelabuhan Semarang tersebut. 

Prinsipnya suatu tempat entah itu berupa rumah atau bangunan atau apa mesti mempunyai sejarah. Lha pelabuhan Semarang itu kurang kaya apa dengan perjuangan bangsa. Tapi orang masih banyak yang belum tahu, katanya. 

Kalau di barat, seperti itu akan dibuatkan prasasti bahwa di tahun sekian ada kejadian ini dan ini. Jadi orang akan terus tehubung dengan masa lalu, sejarah di situ. Terutama yang menyangkut keberadaan bangsa, tambahnya. 

Hal senada juga disampaikan Akademisi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Semarang, Agustinus Supriyono. Ia membenarkan jika Pelabuhan Semarang memiliki sejarah panjang yang belum banyak diketahui. 

Ia menambahkan, jika konon, pelabuhan Semarang sudah ada di Zaman Mataram kuno. Menurutnya, pelabuhan Semarang merupakan salah satu akses jalur laut yang ada di zaman Mataram kuno dengan segala kedigdayaannya. 

Kalau kita membicarakan sejarah Pelabuhan Semarang, konon sudah ada di prakolonial. Tapi informasi Pelabuhan itu baru ada di zamannya Portugis dan Belanda, ungkapnya. 

Agustinus menambahkan, jika menurut informasi yang dia dapat, Pelabuhan Semarang saat itu sempat menghilang karena bencana alam yang membuat Pelabuhan Semarang tak tersisa lagi. 

Pelabuhan itu hilang saat terjadi letusan Gunung Merapi yang menimbulkan pasang Laut Jawa. Dan pelabuhan hilang. Terus kemana bekasnya? Yang namanya pelabuhan tradisional dermaga dengan patok kayu terus ada kapalnya hilang, tentunya berbeda dengan Pelabuhan sekarang, terangnya.


Soto Ayam Khas Semarang Ramai Pelanggan Saat Akhir Pekan

Remember News - Makanan khas Semarang Soto Ayam selalu dicari saat akhir pekan. Cita rasa yang khas membuat makanan ini diburu terutama bagi masyarakat sekitar dan wisatawan. Makanan Soto ayam memang disukai penikmatnya untuk sarapan dan makan siang. 

Salah satunya warung soto ayam khas Semarang di Jalan Karangrejo Banyumanik. Warung ini selalu ramai di saat akhir pekan terutama pada pagi hari. 

Setiap akhir pekan saya dan keluarga selalu mampir ke warung soto ayam ini karena rasanya yang berbeda dari soto yang lain. Selain harga terjangkau, varian menunya beragam, ungkap Lastri, warga Banyumanik, Minggu (2/2/2020). 

Hal yang sama juga diungkapkan Sriyati yang merupakan warga Kendal. Ia sengaja mengajak keluarga untuk menikmati soto ayam di saat akhir pekan. 

Dari Kendal sengaja untuk datang ke sini untuk cicip soto ayam, padahal di sana banyak tapi berbeda rasanya dengan yang di Semarang ini, ujarnya. 

Kondisi warungnya yang ramai di akhir pekan diakui oleh Ani, pemilik Soto Ayam Kembar. Pihaknya terkadang harus kerepotan karena banyak pelanggan yang antre. 

Jika hari sabtu minggu memang tempat kami ramai. Katanya soto kami memiliki cita rasa sendiri, Kata Ani. 

Kondisi yang sama juga terjadi di warung soto ayam pak Boed dan soto Boyolali di Jalan Jati Banyumanik. Ramainya warung soto saat akhir minggu terihat dari parkiran kendaraan yang sulit. 

Harga soto ayam khas semarang pun beragam mulai dari harga Rp8.000 untuk porsi biasa hingga porsi besar dengan harga Rp12.000. Sedangkan untuk menu lainnya seperti sate ayam dan telur harganya Rp5.000-Rp8.000.


Butuh Layanan Perbankan? BNI Pastikan Nasabah Tak Perlu Keluar Rumah

Remember News -  telah mengimbau perusahaan terhadap risiko tinggi penularan virus corona (Covid-19) untuk menjalankan sistem bekerja d...