Jumat, 06 Desember 2019

4 Cara Agar Tidur Nyenyak Di Pesawat

Remember News - Berwisata sekarang sudah menjadi bagian gaya hidup banyak orang. Tak sedikit yang rela menabung dari jauh-jauh hari hanya untuk menikmati keindahan suatu destinasi.
Namun bagi kamu yang sudah merencanakan berlibur antar negara, tentu akan merasakan Penerbangan dengan rentang waktu yang tak sebentar. 
Sebagain dari kamu tentu akan merasa bosan dan memilih untuk Tidur selama perjalanan.
Tapi apakah bisa nyenyak? 
Nah, bagi kamu yang ingin Tidur nyenyak selama perjalanan jarak jauh, kali ini ada beberapa Tips yang sudah AkuratTravel rangkum dari laman Asia One. 
1. Bawa bantal 
Dalam kondisi Penerbangan jarak jauh, kamu membuhtukan sandaran lebih, bukan hanya kursi Pesawat
Kamu bisa membawa bantal untuk sandaran di leher. Tentu, kenyamanan akan kamu dapatkan. Selain itu, kamu juga bisa meletakkan bantal pada bagian punggung agar sandaran lebih nyaman. 
2. Pakai pakaian longgar 
Bukan pakaian ketat seperti celana jins. Kamu bisa memilih menggunakan pakaian longgar agar lebih leluasa saat bersandar di kursi Pesawat
Ketika kamu menggenakan pakaian ketat, tentu tidak akan leluasa untuk bergerak, dan rasa tidak nyaman akan kamu dapatkan. 
3. Minum air putih 
Air putih akan membuat kamu tidak dehidrasi. Tetapi, tak perlu berlebihan mengonsumsinya. Sebab kamu akan lebih sering pergi ke kamar mandi. 
Kamu tidak disarankan mengonsumsi alkohol, karena dapat mengacukan siklus Tidurmu selama perjalanan jauh. 
4. Bermediasi
Meditasi bukan hanya bisa dilakukan di rumah untuk memenangkan pikirkan, tapi kamu bisa melakukannya saat perjalanan jauh. 
Mulailah menyetel lagu kesukaan dan lakukan meditasi agar perjalananmu terasa nyaman serta mendapatkan Tidur yang lelap.

Sumber : Akurat.co

Kamis, 05 Desember 2019

Banyaknya Pencemaran Lingkungan, BNI Coba Ajak Pegawai Cerdas Tangani Sampah-Sampah

Remember News - Pencemaran lingkungan akibat limbah sampah masih membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab dapat mengurangi dampak tersebut. Seperti sampah plastik yang tidak dapat terurai, kerap menjadi permasalahan yang dihadapi Indonesia bahkan dunia, karena berpotensi mencemari dan lingkungan. 

Melihat hal tersebut, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengajak para pegawai milenialnya untuk belajar mengetahui cara mengelola sampah dengan baik melalui program Akademi Bijak Sampah. 

Kegiatan yang diselenggarakan di daerah Bekasi, Jawa Barat tersebut merupakan kerja sama antara BNI dan Waste4Change untuk membangkitkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, terutama melalui pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.  

Corporate Secretary BNI Meiliana dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (3/12/2019) mengatakan, BNI memiliki program BNI Go Green yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap sosial dan lingkungan. Salah satu implementasi dari BNI Go Green adalah mengikutsertakan para pegawai milenialnya pada program Akademi Bijak Sampah. 

"Pada program tersebut, pegawai milenial BNI mendapatkan materi pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan bijaksana dengan menerapkan konsep 3R yaitu Reduce (dikurangi), Reuse (penggunaan kembali), dan Recycle (daur ulang). Kemudian sistem pengelolaan sampah yang menerapkan 3R juga dapat menekan atau meminimalisir dana yang dikeluarkan untuk biaya operasional, konsumsi, dan alat tulis kantor seperti penggunaan kertas untuk dokumen-dokumen yang bisa didigitalisasikan dengan berbentuk soft copy,” ujar Meiliana. 

Pada umumnya, masyarakat cenderung lebih sering membuang sampah ketimbang mengurangi sampah. “Pemahaman kita harus berubah menjadi pemahaman baru yaitu melakukan pengurangan sampah, sehingga sampah yang ditampung di TPA menjadi berkurang. Selain itu, kita juga harus dapat berkontribusi untuk melakukan perubahan dengan melakukan pemilahan sampah sesuai klasifikasinya,” ujarnya.  
Pegawai milenial BNI sedang mempraktikan pemilahan sampah pada program Akademi Bijak Sampah di Bekasi (Selasa, 3 Desember 2019). Pegawai milenial BNI juga mengunjungi langsung tempat-tempat pengelolaan sampah seperti Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dan Rumah Pemulihan Material milik Waste4Change di daerah Bekasi. Tidak hanya penyampaian materi secara satu arah saja dari pembicara, pegawai milenial BNI belajar mengelola sampah melalui permainan seru dan diskusi interaktif. 

“Nantinya pegawai milenial BNI yang telah mengikuti program tersebut akan menjadi Green Champion di divisinya masing-masing. Mereka bertugas untuk mengedukasi pola hidup ramah, salah satunya pengolahan sampah di lingkungannya. Langkah selanjutnya, BNI akan mengumpulkan sampah kertas untuk didaur ulang menjadi barang bernilai guna lebih,” tutup Meiliana.


Sumber : Investor.id

BNI Sudah buka 4 Kantor Cabang Pembantu (KCP) di Wilayah Maluku

Remember News - PT.Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, selalu mengedepankan kemudahan dan kenyamanan bertransaksi kepada seluruh nasabah. Untuk memberikan kemudahan akses ke segenap masyarakat sekaligus perluasan jaringan bisnis dan peningkatan kualitas layanan, BNI Kantor Cabang Utama (KCU) Ambon, membuka Kantor Cabang Pembantu (KCP) baru pada 4 kabupaten/kota di Maluku.
4 KCP yang dibuka, yakni KCP Seram Bagian Barat (Gemba), Rabu(5/10/2016), KCP Seram Bagian Timur (Bula), Kamis(6/10/2016), KCP Maluku Tenggara (Langgur), Jumat(7/10/2016), dan KCP Kepulauan Aru (Dobo), Rabu(12/10/2016). Bertambahnya 4 KCP, maka secara keseluruhan BNI telah berada di 10 kabupaten/kota di Maluku.
Kepala Kantor Cabang Utama (KCU) BNI Ambon, Dionne E. Limmon mengatakan dengan hadirnya 4 KCP baru, dapat memberikan pelayanan serta lebih dekat dengan masyarakat. “Kami yakin dengan dibukanya beberapa KCP bisa membantu mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi dan aktivitas perbankan,” ungkapnya kepada koran ini, Rabu(5/10).
Di Maluku, saat ini terdapat satu KCU, dan 7 KCP, 5 kantor kas dan 61 unit ATM yang tersebar di berbagai lokasi. “Kami sendiri optimis dapat membantu memenuhi kebutuhan perbankan masyarakat termasuk fasilitas pembiayaan atau permodalan. Selain itu, dalam waktu dekat sebanyak 14 unit ATM akan segera dioperasikan,” rincinya.
Di tengah persaingan industri perbankan yang kian kompetitif, sambung Dionne, BNI tetap berkomitmen untuk berperan aktif dalam pertumbuhan ekonomi nasional, antara lain dengan memberikan layanan yang unggul dan memberikan nilai lebih bagi nasabah.
Salah satunya adalah dengan terus mengembangkan, meningkatkan dan merevitalisasi KCP baru maupun ATM agar lebih berkualitas, baik dari aspek teknologi maupun fitur layanan. Layanan tersebut diberikan dengan memperhatikan aspek potensi bisnis daerah dan kebutuhan nasabah di lokasi-lokasi strategis di daerah ini.
Pembukaan KCP baru juga bertujuan untuk meningkatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI serta memperluas coverage area bisnis atau layanan, sehingga BNI bisa lebih dekat dengan nasabah dalam rangka memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya
Selain itu, sebagai langkah untuk meningkatkan jumlah agen layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif atau laku pandai yang di BNI disebut dengan Agen BNI46. “Agen BNI46 adalah pihak ketiga yang bekerjasama dengan BNI untuk menjadi kepanjangan tangan BNI dalam menyediakan layanan perbankan kepada masyarakat, berupa pembukaan rekening tabungan BNI pandai, setoran tunai, penarikan tunai, dan pembayaran,” paparnya.
Dia berharap, BNI bisa mendorong potensi ekonomi di Maluku dan menjadi bank pilihan utama masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan. “Intinya kami berharap dapat menopang rencana ekspansi kredit BNI dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat diantaranya melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) dan produk perbankan lainnya,” harapnya.

Pergerakan Polda Maluku Untuk Melaksanakan MOU Dengan BNI Cabang Ambon

Remember News - Polda Maluku, Kapolda Maluku Irjen Pol. Drs. Deden Juhara didampingi Waka Polda Maluku Brigjen Pol. Drs. Daniel Pasaribu dan Drs. M. Rubani, A.,k, M. M. (Ka BNI Makassar) melaksanakan penandatanganan MOU antara Polda Maluku dengan Pimpinan BNI Cabang Ambon di Rupattama Polda Maluku, rabu (2/8-2017). 
Dalam penandatanganan tersebut dari Polda Maluku dilaksanakan oleh Kapolda Maluku, sedangkan dari pihak BNI Cabang Ambon oleh Ibu Dionne.E.E. Lamongan dan disaksikan oleh Para pejabat yang hadir, jelas Kabid Humas Polda Maluku AKBP. A.R. Tatuh. 
Kapolda Maluku dalam sambutannya antara lain menyatakan bahwa pelaksanaan penandatanganan MOU ini merupakan tindak lanjut yang telah dilaksanakan oleh pimpinan Polri dengan Pimpinan BNI Pusat. sehingga wujud tindak lanjut dari petunjuk pimpinan Polri, jelasnya. 
Untuk itu, hal ini untuk peningkatan akuntabilitas dan transparansi serta pengamanan dan pelayanan bidang keuangan dalam pembayaran gaji dan tunjangan kinerja kepada anggota dan PNS Polri, tuturnya. 
Hal ini dilakukan secara langsung ke rekening masing-masing anggota dan  PNS yang bersangkutan melalui Bank Pemerintah. maka dengan dilaksanakan MOU ini diharapkan PT. Bank  BNI Cabang Ambon dapat terus meningkatkan pelayanannya kepada seluruh personil Polda Maluku dan khususnya Personil Brimob dan Maluku,  harap Kapolda. 
Sementara itu Ka BNI Makassar dalam sambutannya antara lain menyatakan bahwa pelaksanaan MOU antara Polda Maluku dengan BNI Cabang Ambon dalam rangka kerjasama untuk menunjang pelayanan produk dan jasa perbankan bagi Kepolisian Daerah Maluku. Hal ini juga merupakan tindak lanjut kerjasama yang sudah dilakukan antara Polri dan Bank BNI yang telah ditandatangani di Jakarta, jelasnya. 
Untuk itu tambahnya, pelaksanaan pembayaran transaksi perdana oleh Sat Brimobda Maluku dengan digunakan berupa kartu Debit BNI – Polri Promoter, yang mana kartu ini telah didesain khusus PROMOTER sesuai dengan visi misi Polri yaitu “Profesional, Modern, dan Terpercaya”. urainya. 
Acara diakhiri dengan pemberian Cendramata dari Kapolda kepada Ka BNI Makassar, dan sebaliknya serta dilanjutkan dengan foto bersama. kegiatan berlangsung lancar dan aman.

Profil Seorang Direktur Utama Dari BNI, Achmad Baiquni


Remember News - Achmad Baiquni Telah kembali ditetapkan menjadi direktur utama menggantikan Gatot M Suwondo yang telah habis masa jabatannya saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk . Baiquni sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk.‎ Dia diangkat sebagai Direktur Keuangan BRI pada  tanggal 20 Mei 2010. 

Achmad Baiquni memulai karir perbankan di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sejak tahun 1984 dan pernah menduduki beberapa jabatan manajerial, diantaranya adalah Direktur Bisnis Usaha Kecil, Menengah, dan Syariah, Direktur Korporasi, Direktur Konsumer, serta Pemimpin Divisi Pengelolaan Bisnis Personal. 

Dalam hal pendidikan‎, Baiquni meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjajaran, Bandung pada 1982 dan Master of Business Management dari Asian Institute of Management, Makati, Phillipina  pada 1992. 

Kemampuannya mengelola bank terus diasah dengan mengikuti beberapa pelatihan, kursus, dan seminar perbankan diantaranya adalah Risk Management in Retail Banking yang diadakan oleh BSMR  di Belanda, Executive Training for Director yang diadakan oleh The Wharton School of The University of Pennsylvania  di Amerika Serikat, Bank Indonesia’s Executive Risk Management Certification yang digelar oleh BSMR  di Singapura. 

Selain itu, ia juga pernah mengikuti Retail Banking  Conference yang diadakan oleh LAFERTY di Singapura, Asian Bankers Surveyor Program yang digelar oleh Bank of New York  di New York Amerika Serikat dan beberapa lainnya. 

Untuk diketahui, pada Selasa (17/3/2015), RUPS BNI merombak hampir sebagian besar manajemen baik di jajaran komisaris maupun direksi. Untuk Wakil Direktur Utama dijabat oleh Suprajarto yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur BRI, sedangkan posisi direktur BNI lainnya adalah Rico Rizal Budidarmo, Herry Sidharta, Adi Sulistyowati, Bob Tyasika Ananta, Anggoro Eko Cahyo, Imam Budi Sarjito, dan Sutanto‎. 

M‎ereka menggantikan Felia Salim (Wakil Dirut), Yap Tjay Soen (Direktur Keuangan), Krisna R.Suparto (Direktur Business Banking), Ahdi Jumhari Ludin (Direktur Hukum dan Kepatuhan), Suswoko Singoastro (Direktur Treasuri). 

Dalam hal Komisaris, RUPS juga menunjuk Mantan Menteri Ekonomi RI, Rizal Ramli menggantikan Peter B.S. Jos.  



Sumber : Liputan6.com

Rabu, 19 Desember 2018

Misbakhun menghadiri Acara ICMI yang tentunya Misbakhun Membahas Tentang Kasusnya Sendiri


Pada Jumat, 9 September 2016 yang lalu, Mukhamad Misbakhun selaku politisi dari Partai Golkar menghadiri acara sekolah politik Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Jakarta. Acara itu dihadiri lebih dari 100 kader ICMI yang menjadi peserta acara. Dalam acara itu, Misbakhun menyampaikan bahwa dunia politik itu sangat keras, tak terlebih ketika ia mendapat tuduhan akan Misbakhun korupsi yang kemudian masuk ke meja hijau dengan kasus Misbakhun.

Tak hanya itu saja, Misbakhun juga berbagi pengalamannya dalam dunia politik. Dengan bercerita kehidupannya ketika dituduh atas Misbakhun korupsi serta perjalanan kasus Misbakhun yang bisa membawa dirinya menginap di dalam jeruji besi sampai 2 tahun lamanya hingga meminta PK terhadap kasus Misbakhun.

"Bagi saya, episode hidup saya terbaik adalah saat saya dipenjara. Saat di sana, dalam tiga hari, saya bisa khatam Al Quran. Saat di penjara, saya khatamkan Al Quran lebih banyak dibanding waktu lainnya sepanjang hidup saya," Ucap Misbakhun.

Setelah bebas dari tuduhan Misbakhun korupsi, Misbakhun mengaku bahwa dirinya tidak pernah memiliki masalah personal dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada saat itu. Walau sempat dituduh atas kasus Misbakhun dan memiliki konflik, namun Misbakhun masih menghormati SBY sebagai seorang tokoh tinggi dan presiden.

"Yang saya serang kebijakannya. Berdebat melawan pemimpin, jangan pernah pribadinya, tapi serang kebijakannya,"  lanjut Misbakhun.

Hingga setelah Misbakhun keluar dari PKS dan masuk ke Partai Golkar yang kemudian juga kembali ke dapilnya, dan menjalin hubungan dengan warga yang dulu memilihnya saat masih di PKS. Misbakhun berhasil memberikan satu kursi DPR untuk Golkar, sementara PKS kehilangan satu kursi.

Saat Misbakhun menjadi anggota DPR periode 2014-2019 dari Fraksi Golkar. Di Golkar, Misbakhun memiliki banyak pengalaman dan dia menyimpulkan bahwa perperangan terberat yang harus dihadapi politisi itu adalah justru di internal partainya sendiri.

"Realitas seperti ini tak bisa dinafikan. Walau bukan kondisi ideal, tapi itu harus bisa kita lewati. Pertarungan paling keras adalah pertarungan internal partai," ucap kembali  Misbakhun.

Misbakhun juga kembali menjelaskan, bahwa jika seseorang ingin berkarir di dunia politik harus bisa menunjukkan kapabilitas dan semangatnya, sehingga akan dipakai oleh rezim manapun yang berkuasa di partai.

"Tapi ingat juga. Kalau di medan perang, ada peribahasa, kill or to be killed. Kalau di politik Indonesia, ada istilah 'nyawa politisi melebihi kucing'. Dia bisa hidup, mati, hidup, mati, hidup lagi. Saya yang kuat di isu keuangan, sempat dipinggirkan di Komisi II (pemerintahan). Saya tetap bersemangat, tetap serius. Tetapi tax amnesty macet, akhirnya saya sendiri diminta masuk lagi ke Komisi Keuangan untuk mengurusinya," ucap Misbakhun.

Misbakhun juga memberitahukan bahwa karir di politik akan langgeng kalau posisi di daerah pemilihan diperkuat dengan rajin turun ke masyarakat. Dengan kuat di dapil, kata dia, parpol tidak akan mau kehilangan sang politisi karena otomatis akan kehilangan kursi juga.

 "Parpol lain juga akan mikir melawan kita. Ini yang bikin kita dihargai di dalam politik," tambahnya.

Dengan singkatnya setiap permasalahan pasti ada hikmahnya di dalam seperti pada kasus Misbakhun sendiri yang memiliki hikmah begitu banyak dan malah membuat beliau semakin dekat dengan tuhannya.

Kejadian Tuduhan Kasus Misbakhun Terdapat Nuansa Politis di dalamnya





Adanya nuansa politis dan rekayasa sudah terlihat jelas dalam kasus Misbakhun ini, karena itu DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan membantu menyelesaikan kasus Misbakhun, dalam bentuk melakukan upaya hukum nantinya.

Presiden PKS, Lutfi Hasan Ishaq, saat itu juga ikut berkomentar dan mengakui sejak awal kasus Misbakhun ini bernuansa politis, bukan kesalahan perorangan.

"Sejak awal aroma politisnya sudah tercium. Tuduhan terhadap Misbakhun banyak rekayasanya," ungkap Lutfi.

"Sebagai kader PKS, DPP PKS berkewajiban memberikan bantuan kepada Misbakhun. Apalagi kasus yang dia hadapi lebih pada politis, bukan murni hukum," lanjutnya Lutfi.

Ia menyayangkan tuntutan yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum. Menurut dia, tuntutan itu sudah jauh melenceng dari sangkaan awal yang disangkakan kepada inisiator hak angket Bank Century itu, yakni Misbakhun korupsi pemalsuan dokumen atau L/C fiktif.

"Kenyataannya, Misbakhun dituntut dengan UU Perbankan pasal 49. Kan gak ada sama sekali kaitannya. Ini yang kita sayangkan dan aroma politisnya bisa dilihat," kata dia.

Meskipun demikian, dirinya menyadari, bahwa hukum tidak boleh diintervensi dan harus dijalani sebaik mungkin.

Misbakhun adalah inisiator hak angket Bank Century yang dikenal sangat vokal untuk menuntaskan kasus tersebut.


Oleh karena itu, banyak dugaan kasus Misbakhun diantaranya adalah Misbakhun korupsi pada saat rezim tersebut, karena keberaniannya menentang rezim saat itu.

Butuh Layanan Perbankan? BNI Pastikan Nasabah Tak Perlu Keluar Rumah

Remember News -  telah mengimbau perusahaan terhadap risiko tinggi penularan virus corona (Covid-19) untuk menjalankan sistem bekerja d...