Minggu, 05 Januari 2020

10 Tips Menjaga Privasi Online

Remember News - Privasi seseorang kini semakin hilang di era serba digital. Sebut saja pelanggaran data besar-besaran, pengiklan yang terus melacak secara online, orang-orang tidak bertanggung jawab yang menjelajahi foto yang dibagikan di jejaring sosial dan lain-lain.
Perusahaan keamanan siber global Kaspersky membagikan 10 tips bermanfaat untuk dapat menjaga privasi online lebih baik.
1. Memeriksa Pengaturan Privasi Jejaring Media Sosial
Banyak data pribadi dalam jejaring media sosial yang dapat dilihat oleh siapa saja di Internet secara default. Selalu periksakan pengaturan privasi, informasi mana yang dapat dibagikan kepada orang asing dan untuk teman, atau bahkan tidak ada.
2. Jangan Menggunakan Penyimpanan Umum untuk Informasi Pribadi
Jangan menggunakan layanan online untuk menyimpan informasi pribadi. Misalnya, Google Documents bukanlah tempat yang ideal untuk menyimpan daftar kata sandi.
Serta Dropbox bukan tempat terbaik untuk pemindaian paspor, kecuali disimpan dalam arsip terenkripsi. Jangan menggunakan layanan yang dimaksudkan untuk berbagi sebagai penyimpanan data pribadi.
3. Hindari Pelacakan
Ketika mengunjungi situs web, browser akan mengungkapkan banyak hal hingga riwayat selancar. Pengiklan menggunakan informasi tersebut untuk melacak dan menargetkan iklan.
Bahkan mode penyamaran (incognito) tidak begitu dapat mencegah pelacakan seperti itu. Gunakan alat khusus seperi penjelajahan pribadi untuk menghindari pelacakan Internet.
4. Simpan Alamat Email Utama dan Nomor Ponsel Pribadi
Berbagi alamat email dan nomor telepon pribadi akan banyak mendapat spam di kotak masuk email dan ratusan panggilan robot pada ponsel. Jika terpaksa membagikan informasi ini untuk layanan Internet dan toko online, jangan membagikannya kepada orang-orang asing secara acak di jejaring sosial.
Selalu pertimbangkan untuk membuat alamat email terpisah, sekali pakai, dan jika mungkin nomor telepon terpisah untuk jenis kasus-kasus seperti ini. Buat akun email tambahan dan membeli kartu SIM tambahan untuk dapat digunakan berbelanja online dan situasi lain yang mengharuskan berbagi data dengan orang asing.
5. Menggunakan Aplikasi Pesan Dengan Enkripsi End-to-end
Sebagian besar aplikasi perpesanan modern menggunakan enkripsi. Tetapi dalam banyak kasus, itulah yang mereka sebut sebagai enkripsi transit, pesan didekripsi di pihak penyedia layanan dan disimpan pada servernya.
Bagaimana jika seseorang meretas server itu? Jangan mengambil risiko untuk itu, pilihlah enkripsi end-to-end.
Karena dengan cara tersebut, penyedia layanan perpesanan bahkan tidak dapat melihat percakapan. Salah satu aplikasi perpesanan dengan enkripsi end-to-end yakni WhatsApp.
6. Gunakan Kata Sandi Yang Aman
Menggunakan kata sandi lemah untuk melindungi informasi pribadi sama saja dengan "meneriakkan" informasi itu kepada orang yang berlalu lalang. Gunakan kata sandi yang cukup panjang (12 karakter dan lebih) dan berbeda untuk setiap layanan.
7. Tinjau Izin Untuk Aplikasi Seluler dan Ekstensi Browser
Aplikasi seluler biasanya meminta izin untuk mengakses kontak atau file dalam penyimpanan perangkat, menggunakan kamera, mikrofon, geolokasi dan sebagainya. Beberapa aplikasi memang benar-benar tidak dapat bekerja tanpa izin ini.
Tetapi beberapa menggunakan informasi ini untuk membuat profil bagi pengiklan dan mungkin lebih buruk lagi. Kontrol izin mana yang dapat diberikan kepada aplikasi apa saja.
Hal yang sama juga berlaku untuk ekstensi browser, yang juga memiliki kecenderungan memata-matai hal yang tidak menguntungkan. Jangan memasang ekstensi browser kecuali benar-benar membutuhkannya.
8. Amankan Ponsel dan Komputer dengan Kata Sandi
Komputer dan ponsel memiliki banyak data yang lebih baik untuk dirahasiakan, jadi lindungilah dengan kata sandi. Kata sandi ini tidak harus rumit dan unik, tetapi cukup untuk menyingkirkan orang asing menggunakannya.
Pada perangkat seluler, mari lakukan sedikit lebih baik: menerapkan PIN enam digit atau kata sandi aktual daripada empat digit dan pola kunci layar. Untuk perangkat yang mendukung otentikasi biometrik - baik membaca sidik jari atau membuka kunci wajah pada umumnya cukup baik, tetapi ingat bahwa teknologi ini memiliki keterbatasan.
9. Nonaktifkan Pemberitahuan Layar Kunci (Lockscreen Notification)
Jangan membiarkan pemberitahuan di layar kunci muncul begitu saja, karena setiap orang bisa saja melihat dan mengetahuinya. Agar informasi itu tidak muncul di layar yang terkunci, atur notifikasi dengan tepat. Nonaktifkan pemberitahuan layar kunci atau sembunyikan informasi sensitif dari layar kunci.
10. Tetap Menjaga Privasi Di Jaringan Wifi
Jaringan Wi-Fi publik biasanya tidak mengenkripsi lalu lintas. Itu berarti siapa pun di jaringan yang sama dapat mencoba mengintip lalu lintas.
Hindari mengirimkan data sensitif apa pun, login, kata sandi, data kartu kredit dan sebagainya melalui Wi-Fi publik. Gunakan VPN untuk mengenkripsi data serta melindunginya dari pengintaian.
Hindari menggunakan Wi-Fi publik jika memungkinkan. Jika harus terhubung ke hotspot publik, gunakanlah koneksi VPN yang aman.

Sumber : Akurat.co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Butuh Layanan Perbankan? BNI Pastikan Nasabah Tak Perlu Keluar Rumah

Remember News -  telah mengimbau perusahaan terhadap risiko tinggi penularan virus corona (Covid-19) untuk menjalankan sistem bekerja d...